Mengenal Tradisi Adu Ayam Bali Dan Lontar Pengayam Ayaman

, , Leave a comment

Mengenal Tradisi Adu Ayam Bali Dan Lontar Pengayam Ayaman, Yang namanya permainan mengadu ayam jago di beberapa daerah di negara Indonesia memiliki ciri khas masing masing. bahkan permainan mengadu ayam jago ini sudah menjadi sebuah tradisi

Mengenal Tradisi Adu Ayam Bali Dan Lontar Pengayam Ayaman, Yang namanya permainan mengadu ayam jago di beberapa daerah di negara Indonesia memiliki ciri khas masing masing. bahkan permainan mengadu ayam jago ini sudah menjadi sebuah tradisi yang menjadi sebuah simbol kebudayaan di daerah tertenu seperti di Pulau Dewata Bali.

Sabung Ayam di pulau dewata bali disebut juga dengan Tajen. tajen inilah yang disebut sudah menjadi sebuah tradisi yang sudah dilakukan oleh banyak masyarakat di Bali. Tajen ini sendiri memiliki sebuah arti bagi masyarakat di pulau dewata bali yakni Beduh Rah yang artinya salah satu upacara penduduk hindu di daerah tersebut. yang bertujuan untuk menyesuaikan interaksi manusia bersama Bhuana Akbar.

Tradisi seperti ini, merupakan sebuag tradisi yang sudah sangat lama ada dizaman kerajaan majapahit pada masa itu. pada saat itu memanfaatkan istilah menetak gulu ayam. hasilnya gendang rah merembet ke Bali yang semenjak berasal muhajir beberapa orang Majapahit, kurang lebih thn 1200. beduk rah yg kerap diselenggarakan pada seri Ritual Butha Yad nya serta tidak sedikit dinamakan pada bermacam lontar.

Kegiatan menyabung ayam jago ini juga digunakan sebagai ritual keagamaan bagi masyarakat di pulau dewata bali yakni pada saat upacara Tabuh Rah. dimana yang dimaksud dengan tabuh rah adalah mempersyaratkan adanya darah yang menetes sebagai simbol / syarat menyucikan umat manusia dari ketamakan/ keserakahan terhadap nilai-nilai materialistis dan duniawi.

Adu Ayam Bali Dan Lontar Pengayam Ayaman :

Tabuh Rah ini juga memiliki makna sebagai upacara Ritual Buta Yadnya dimana darah yang akan menetes ke bumi akan disimbolkan / diartikan sebagai permohonan umat manusia kepada Sang Hyang Widhi Wasa supaya dapat terhindar dari segala marabahaya.

Pada biasanya seluruh para pemain laga adu ayam jago ini akan menggunakan pengayam ayaman sebagai acuan mereka untuk memulai permainan. pengayam ayaman adalah sebuah lontar kuno yang berisi tentang masalah sabung ayam / tajen, cara untuk memilih ayam jago aduan, warna dari ayam petarung dan hari apa yang baik untuk bertarung.

Bahkan saat ini pengayam-ayaman masih digunakan oleh para penggemar tajen karena sudah menjadi sebuah pedoman umum yang digunakan sejak zaman dahulu. Adapun penamaan umum untuk ayam dibali diantaranya:

  • Buik : merupakan sebutan untuk ayam jago yang bulunya berwarna warni.
  • Kelau atau kelawu : untuk ayam jago berbulu abu abu.
  • Bihing atau Biying : sebutan ayam jago yang berbulu merah.
  • Wangkas : sebutan untuk ayam jago yan dadanya berbulu putih dengan sayapnya berwarna merah.
  • Brumbun : untuk “petarung” dengan kombinasi bulu merah, putih, dan hitam.
  • Sa : sebutan ayam berbulu putih.
  • Ook : sebutan untuk ayam jago yang memiliki keadaan bulu leher sangat lebat.
  • Jambul : merupakan sebutan untuk ayam jago bila tumbuh bulu (jambul) di kepala.
  • Godek : untuk ayam yang berbulu dikaki.
  • Sangkur : untuk ayam jago dimana keadaan fisiknya tanpa bulu ekor.

Munking sampai sini dulu penjelasan yang dapat kami sampaikan kepada kamu tentang tardisi Adu Ayam Jago dan lontar pengayam ayaman dari pulau dewata Bali. semoga dengan adanya artikel yang kami berikan ini dapat untuk membantu dan menambah wawasan kamu. cukup sampai sini dulu perjumpaan kita kali ini dan sampai berjumpa lagi bersama kami pada artikel kami yang selanjutnya.

 

Leave a Reply